Puskesmas Bojong Rawalumbu Kembangkan Layanan Kesehatan Tradisional Terintegrasi dan Akupresur Gratis bagi Masyarakat 

BEKASI –ZINEWS,  UPTD Puskesmas Bojong Rawalumbu, Kota Bekasi, terus mengembangkan pelayanan kesehatan tradisional melalui pemanfaatan ramuan simplisia berbahan tanaman obat dan layanan akupresur. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya memperluas pilihan pelayanan kesehatan bagi masyarakat dengan tetap mengutamakan mutu pelayanan dan keselamatan pasien.

Layanan kesehatan tradisional yang dikenal dengan sebutan yankestrad ini ditangani oleh tenaga kesehatan tradisional (Nakestrad), yaitu tenaga yang memiliki latar belakang pendidikan formal di bidang kesehatan tradisional serta memiliki Surat Izin Praktik (SIP). Melalui layanan tersebut, pemanfaatan tanaman berkhasiat obat sebagai bagian dari kekayaan alam dan kearifan lokal Indonesia dihadirkan dalam pelayanan kesehatan yang terintegrasi dengan pelayanan medis.

Selain menyediakan layanan ramuan simplisia, Puskesmas Bojong Rawalumbu juga memiliki ruang pelayanan akupresur yang dibuka setiap Selasa dan Jumat. Kedua layanan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis sesuai dengan ketentuan pelayanan yang berlaku.

Dalam wawancara pada 23 Oktober 2026, tenaga kesehatan tradisional yang bertugas menjelaskan bahwa pemberian ramuan simplisia disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing pasien. Keluhan yang tampak serupa belum tentu memiliki diagnosis maupun kebutuhan penanganan yang sama.

Saat ini, layanan tersebut memiliki lebih dari 50 formulasi ramuan. Pemilihan ramuan dilakukan melalui penilaian terhadap kondisi pasien, meliputi pemeriksaan denyut nadi, pengamatan lidah, wawancara mengenai keluhan, serta pemeriksaan fisik sesuai kebutuhan, seperti pengamatan adanya pembengkakan atau penilaian lokasi nyeri.

Terintegrasi dengan Pelayanan Medis

Sebelum memperoleh pelayanan kesehatan tradisional, pasien terlebih dahulu menjalani pemeriksaan medis dan mendapatkan rujukan atau arahan dari dokter. Alur ini bertujuan agar pelayanan yang diberikan mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien serta hasil pemeriksaan medis sebelumnya.

Dalam pelaksanaannya, pasien menerima ramuan simplisia dalam kemasan untuk dikonsumsi di rumah selama lima hari. Petugas turut memberikan petunjuk mengenai cara penyajian, penyeduhan, dan aturan konsumsi sesuai arahan yang diberikan.

Pasien kemudian dijadwalkan kembali untuk menjalani evaluasi perkembangan kondisi kesehatannya. Pemantauan ini diperlukan karena respons setiap pasien terhadap pelayanan yang diberikan dapat berbeda-beda.

Petugas juga memberikan edukasi mengenai cara mengonsumsi ramuan, termasuk penggunaan bahan tambahan seperti madu atau jeruk nipis. Penggunaannya perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing pasien. Sebagai contoh, pasien diabetes perlu memperhatikan kandungan gula dan tidak boleh sembarangan menambahkan gula atau madu ke dalam ramuan.

Pelayanan Gratis dengan Pendekatan Personal

Salah satu keunggulan layanan kesehatan tradisional di Puskesmas Bojong Rawalumbu adalah akses pelayanan tanpa biaya bagi pasien berKTP Kota Bekasi. Meskipun demikian, proses konsultasi membutuhkan waktu karena petugas perlu menggali informasi mengenai keluhan pasien, melakukan penilaian kondisi kesehatan, menjelaskan penggunaan ramuan, serta menyiapkan formulasi yang sesuai.

Seiring waktu, jumlah pasien yang memanfaatkan layanan ini terus bertambah. Informasi dari mulut ke mulut turut berperan dalam memperkenalkan pelayanan kesehatan tradisional kepada masyarakat yang lebih luas.

Keberadaan layanan ramuan simplisia dan akupresur diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pelayanan kesehatan tradisional yang diberikan secara terarah dan terintegrasi dengan pelayanan medis.

Menjadi Pelopor Pelayanan Kesehatan Tradisional di Kota Bekasi

Sejak mulai dikembangkan pada 2018, pelayanan kesehatan tradisional di UPTD Puskesmas Bojong Rawalumbu menjadi salah satu upaya pemanfaatan kekayaan alam Indonesia dalam pelayanan kesehatan tingkat pertama. Dari 55 puskesmas yang ada di Kota Bekasi, berdasarkan informasi pengelola layanan, Puskesmas Bojong Rawalumbu merupakan puskesmas yang telah menyelenggarakan pelayanan kesehatan tradisional tersebut sejak 2018.

Upaya pengembangan ini juga mulai direplikasi oleh UPTD Puskesmas Sepanjang Jaya pada tahun 2026. Replikasi tersebut menjadi langkah awal dalam memperluas penerapan pelayanan kesehatan tradisional di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama lainnya di Kota Bekasi.

Melalui pengembangan layanan ramuan simplisia dan akupresur, UPTD Puskesmas Bojong Rawalumbu berkomitmen untuk terus mengenalkan potensi kesehatan tradisional Indonesia kepada masyarakat. Pelaksanaannya tetap mengacu pada petunjuk teknis yang berlaku dengan memperhatikan kesesuaian pelayanan, kondisi pasien, serta prinsip mutu dan keselamatan pasien. Red

 

About The Author