KOTA BEKASI – Zinews, Upaya penanggulangan HIV/AIDS di Kota Bekasi dinilai memerlukan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Selain penguatan layanan kesehatan, edukasi yang berkelanjutan serta penghapusan stigma terhadap Orang Dengan HIV (ODHIV) menjadi faktor penting dalam menekan angka penularan dan meningkatkan kualitas hidup para penyintas.
Di tengah berbagai tantangan yang masih dihadapi, organisasi masyarakat sipil terus berperan dalam mendukung program pencegahan dan penanganan HIV/AIDS. Salah satunya Yayasan Grapiks yang selama ini aktif menjalankan kegiatan edukasi, pendampingan, penjangkauan kelompok rentan, konseling, tes HIV, rujukan layanan kesehatan, hingga penguatan kelompok dukungan sebaya di Kota dan Kabupaten Bekasi.
Direktur Cabang Yayasan Grapiks, Daniel Ramadhan, menilai bahwa persoalan HIV/AIDS tidak dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan medis. Menurutnya, faktor sosial, ekonomi, lingkungan keluarga, serta rendahnya pemahaman masyarakat mengenai kesehatan reproduksi juga menjadi aspek penting yang harus mendapat perhatian bersama.
“Edukasi yang tepat dan berkelanjutan sangat diperlukan agar masyarakat memiliki pemahaman yang benar mengenai HIV. Dengan begitu, stigma dan diskriminasi terhadap ODHIV dapat berkurang,” ujar Daniel.
Ia menjelaskan, masih adanya stigma di tengah masyarakat membuat sebagian orang enggan melakukan pemeriksaan HIV maupun mengakses layanan pengobatan secara terbuka. Kondisi tersebut berpotensi menghambat upaya pencegahan dan pengendalian penyebaran HIV/AIDS.
Berdasarkan berbagai kegiatan pendampingan yang dilakukan Yayasan Grapiks, peningkatan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, memanfaatkan layanan konseling, serta menjalani terapi antiretroviral (ARV) secara teratur menjadi langkah penting dalam menjaga kualitas hidup ODHIV.
Dengan kepatuhan menjalani pengobatan, ODHIV dapat tetap sehat, produktif, dan menjalani aktivitas sehari-hari seperti masyarakat pada umumnya. Karena itu, dukungan keluarga, lingkungan sosial, dan akses layanan kesehatan yang memadai menjadi faktor yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pengobatan.
Selain itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, organisasi masyarakat, dunia pendidikan, media, dan komunitas juga perlu terus diperkuat. Sinergi tersebut tidak hanya berfokus pada penanganan kasus, tetapi juga pencegahan sejak dini melalui edukasi kesehatan reproduksi, kampanye perilaku hidup sehat, serta penciptaan lingkungan yang bebas stigma dan diskriminasi.
Melalui kerja sama seluruh pihak, diharapkan upaya penanggulangan HIV/AIDS di Kota Bekasi dapat berjalan lebih efektif, sekaligus memberikan ruang yang aman, setara, dan inklusif bagi ODHIV untuk memperoleh layanan kesehatan, dukungan sosial, serta kesempatan hidup yang lebih baik.
(Redaksi)
BERITA TERKAIT
Dukung Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Polsek Bungaraya Pantau Perkembangan Tanaman Jagung di Dusun Sidomulyo
Dukung Ketahanan Pangan, Kapolsek Bungaraya Cek Langsung Lahan Jagung Pipil di Kampung Temusai
Penghibahan Puluhan Hektare Lahan Eks HGU PT Eka Daya Yakin Mandiri ke Pemda Siak Dinilai Bermasalah, Publik Minta Dikembalikan untuk Rakyat