Sekolah Negeri Di Siak Status Akreditasi A Peroleh Dana Program Revit Kementerian 2026 Rp.1,3 Milyar lebih

Siak – Tidak menjamin bahwa sekolah yang berstatus Akreditasi A itu baik – baik saja terutama kondisi bangunan dan kelengkapan sarana prasarana fasilitas yang mereka miliki ,namun apakah bermasalah atau sesuai dengan Data Pokok Pendidikan ( Dapodik) yang mereka isi ? Merekalah yang tau dan itu pernah diakui oleh Kadisdik Kabupaten Siak ( pemberitaan awal – red).

Buktinya SDN I kecamatan mempura Kabupaten Siak juga memperoleh program revitalisasi Kemendiknas RI tahun 2026 ini dengan nilai luar biasa sebesar Rp.1,362 Milyar untuk rehabilitasi bangunan sebanyak 9 lokal dan 1 unit pembangunan atau rehab toilet ( WC) .

Hal ini diakui oleh kepala SDN I bengtenghulu (Benhil) kecamatan mempura Kabupaten Siak Atra S.Pd yang ditemui media ini bersama pengurus DPC LSM Forkorindo 16/9/2026 di SDN I Bengteng hulu .

Kepsek Atra awalnya agak gugup juga saat ditanya beberapa pertanyaan seputar pembangunan yang sedang berjalan dari revitalisasi ini bahkan dirinya pun sempat pekerjaan 160- 190 hari kerja padahal di plang pekerjaan di muka sekolah jelas terpasang lama pekerjaan 120 hari kerja begitu pula ketika ditanya besarnya dana Revit yang diperoleh sekolah yang dipimipinnya dari mana media ini LSM Forkorindo memperoleh ,namun setelah dijelas kerjasama dengan DPP pusat ,atra baru anggukan kepala saat itu .

Seiring berjalannya komunikasi akhirnya kegugupan yang dianggap biasa saja karena komunikasi dari media ini dan LSM Forkorindo cukup baik , kepsek Atra S.Pd mengakui bahwa status SDN I bengtenghulu ini status akreditasi A ,dan memang kondisi sekolah ini sangat memperhatinkan hampir 5 tahun tidak dapat melihat pembangunan baik alokasi anggaran daerah maupun provinsi ,karena sudah hampir 5 tahun tidak ada pembangunan baru ” tuturnya sambil menunjukkan kondisi bangunan yang mencapai usia plafon yang rusak berat dan seng karatan.

Selain itu atra ditanya apakah pekerjaan rehab ini di kerjakan oleh rekanan atau kontraktor ? Terkait hal tersebut atra menepis tidak ,pekerjaan ini langsung dikerjakan oleh swakelola ,unsur komite dan masyarakat maupun desa ,kemaren sebelum pekerjaan dimulai dilaksanakan musyawarah dan terbentuklah tim swakelola dan ada pengawasnya dari masyarakat juga yang memang memiliki kapasitas lulusan teknik sipil di bidangnya .

Jadi saya sebagai kepala sekolah hanya sebagai penanggung jawab , dan bendahara pun sesuai dengan aturan memang dari salah seorang majlis guru ,jadi keterlibatan dalam pekerjaan ini langsung tim swakelolanya bukan rekanan ataupun kontaktor ” katanya “

Atra mengeluh dengan kondisi bangunan sekolah yang cukup memperhatinkan tersebut dengan adanya program revitalisasi dirinya merasa bersyukur sekolahnya salah satu penerima program tersebut , dan jumlah pun cukup yakni 9 lokal dan satu unit WC (toilet) , cuma memang kondisi siswa saat ini hanya berkisar 200 siswa dari kelas 1 s/d VI ,itulah dengan diberlakukannya sistem penerimaan memakai zona ditambah panjangnya sekolah negeri dan swasta saat ini di puncak yang sama, sementara masyarakat ini juga dengan kondisi jumlah KK yang ada .

Kalau dikatakan prestasi sekolah ,SDN I Bengteng hulu ini termasuk sekolah prestasi bahwa seperti lomba dan prestasi lainnya cukup baik ,namun karena sistem zona penerimaan siswa dan adanya sekolah satu jenjang yang sama dan tidak dibatasi penerimaannya itu salah satu faktor semakin lama kemudian jumlah siswa semakin berkurang.

Terkait revitalisasi pekerjaan ini atra yakin sampai batas waktu 120 hari akan selesai memang diakuinya hari ini tidak ada aktivitas pekerjaan masaalah teknis karna memang pencairan masih berkisar 70 persen dari anggaran ,tapi kita yakin pekerjaan tepat waktu dan sesuai spesifikasi perencanaan awal ” penutup ”
Laporan : Zulfahmi.S.Pd.I

About The Author