50 Tahun HIPPI, Pengurus DPD DKI Jakarta Dilantik: Rakerda 2026 Dorong Pengusaha Lokal Naik Kelas

50 Tahun HIPPI, Pengurus DPD DKI Jakarta Dilantik: Rakerda 2026 Dorong Pengusaha Lokal Naik Kelas

 

JAKARTA, 8 Oktober 2026 — Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DPD DKI Jakarta menggelar pelantikan pengurus dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 2026 di Balai Agung, Balai Kota Provinsi DKI Jakarta, Kamis (8/10/2026). Bertepatan dengan peringatan 50 tahun HIPPI, agenda ini menjadi momentum memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus mendorong peran pengusaha lokal dalam pembangunan ekonomi Jakarta.

 

Mengusung tema “Bangkit, Mandiri, Indonesia Banget”, HIPPI menegaskan komitmennya untuk memperkuat kemandirian pengusaha Indonesia, meningkatkan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara dunia usaha, pemerintah, lembaga keuangan, dan institusi pendidikan.

 

Acara dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Uus Kuswanto, yang hadir mewakili Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kehadiran unsur pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan memperkuat komunikasi serta membuka ruang kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha.

 

Lima Dekade HIPPI, Momentum Memperkuat Kemandirian Pengusaha

 

Memasuki usia setengah abad, HIPPI dihadapkan pada tantangan untuk terus beradaptasi dengan perubahan ekonomi, perkembangan teknologi, dan persaingan pasar yang semakin dinamis.

 

Peringatan 50 tahun ini bukan semata-mata menjadi ajang mengenang perjalanan organisasi, melainkan momentum untuk memperbarui komitmen dalam membangun pengusaha yang mandiri, berdaya saing, dan mampu menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

 

Ketua Umum DPD HIPPI DKI Jakarta, Uchy Hardiman, menempatkan pelantikan pengurus dan Rakerda sebagai langkah penting untuk memperkuat soliditas organisasi serta menyusun program kerja yang relevan dengan kebutuhan anggota.

 

Dengan keterlibatan enam Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di wilayah DKI Jakarta, konsolidasi organisasi diharapkan semakin kuat, sehingga program yang dirumuskan dapat menjangkau lebih banyak pelaku usaha dan memberikan dampak yang lebih luas.

 

HIPPI juga diharapkan mampu menjalankan peran strategis sebagai penghubung antara pengusaha, peluang pasar, akses pembiayaan, dan berbagai program pengembangan usaha.

 

HIPPI Talks Perkuat Sinergi Pemerintah dan Dunia Usaha

 

Salah satu agenda penting dalam kegiatan tersebut adalah HIPPI Talks, sebuah forum diskusi yang menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan untuk membahas peluang dan tantangan dunia usaha.

 

Forum ini melibatkan Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Provinsi DKI Jakarta; Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi DKI Jakarta; Otoritas Jasa Keuangan (OJK); serta BPJS Ketenagakerjaan.

 

Keterlibatan berbagai instansi tersebut membuka ruang pembahasan mengenai produktivitas tenaga kerja, pengembangan UMKM, pemahaman layanan keuangan, hingga perlindungan jaminan sosial bagi pekerja.

 

Melalui HIPPI Talks, para pelaku usaha diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai kebijakan, fasilitas, dan peluang kerja sama yang dapat mendukung keberlangsungan bisnis.

 

Lebih dari sekadar forum pertukaran gagasan, dialog lintas sektor ini diharapkan berkembang menjadi kolaborasi konkret yang dapat diterapkan dan dirasakan manfaatnya oleh anggota HIPPI maupun masyarakat luas.

 

HIPPI Jalin Kerja Sama dengan Universitas Jayabaya

 

Komitmen memperluas jaringan kolaborasi turut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Yayasan Jayabaya, yang diwakili oleh Direktur Universitas Jayabaya, Yulia Moeslim.

Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya membangun konektivitas antara organisasi pengusaha dan institusi pendidikan. Sinergi tersebut diharapkan membuka peluang pengembangan kapasitas sumber daya manusia, pertukaran pengetahuan, serta kolaborasi yang mendukung kebutuhan dunia usaha.

Keterlibatan institusi pendidikan dalam ekosistem pengusaha dinilai penting untuk mempertemukan kebutuhan dunia kerja dengan pengembangan kompetensi, inovasi, dan kemampuan adaptasi terhadap perubahan.

Dengan kolaborasi lintas sektor, HIPPI diharapkan tidak hanya memperluas jaringan organisasi, tetapi juga mendorong terciptanya peluang baru yang berkelanjutan.

Rakerda 2026 Susun Prioritas, Aspirasi Jakarta Dibawa ke Tingkat Nasional

Setelah rangkaian pelantikan dan peringatan 50 tahun HIPPI, kegiatan dilanjutkan dengan Rakerda 2026. Forum ini menjadi ruang bagi para pengurus untuk menyelaraskan arah organisasi, membahas program kerja, serta menetapkan prioritas yang sesuai dengan kebutuhan pengusaha di Jakarta.

Sejumlah isu strategis menjadi perhatian, mulai dari peningkatan kapasitas pengusaha, perluasan akses pasar, pengembangan UMKM, peningkatan produktivitas, pembukaan peluang kemitraan, hingga penguatan sinergi dengan program pemerintah daerah.

Rakerda juga menjadi kesempatan untuk memastikan program organisasi tidak berhenti pada tataran perencanaan. Setiap agenda diharapkan memiliki arah pelaksanaan yang jelas, melibatkan pihak terkait, serta berorientasi pada hasil yang dapat dirasakan oleh anggota.

Hasil pembahasan Rakerda DPD HIPPI DKI Jakarta direncanakan menjadi bahan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) HIPPI yang dijadwalkan berlangsung di Djakarta Theater pada 12 Oktober 2026.

Dengan demikian, aspirasi dan rekomendasi pengusaha di Jakarta diharapkan dapat turut memperkaya pembahasan agenda organisasi di tingkat nasional.

Erik Hidayat: 50 Tahun HIPPI Harus Menjadi Momentum Pembaruan

 

Ketua Umum DPP HIPPI, Erik Hidayat, dalam sambutannya menegaskan bahwa usia 50 tahun bukan sekadar penanda perjalanan panjang organisasi, melainkan momentum untuk memperbarui komitmen dalam membangun pengusaha pribumi yang mandiri, memperkuat kolaborasi di negeri sendiri, dan menghadirkan nilai tambah bagi Indonesia.

 

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberlanjutan organisasi tidak hanya ditentukan oleh usia dan besarnya jaringan, tetapi juga oleh kemampuan menerjemahkan visi menjadi program yang relevan dan berdampak.

 

Di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang, pengusaha dituntut untuk semakin inovatif, adaptif, dan mampu memanfaatkan peluang kolaborasi. Sementara itu, organisasi pengusaha memiliki peran untuk mempertemukan potensi anggota dengan akses pasar, informasi, kemitraan, dan dukungan pengembangan usaha.

 

HIPPI DKI Jakarta mengusung semangat “Connect, Collaborate, Create Value” sebagai landasan untuk memperkuat konektivitas antarpengusaha, membangun kerja sama produktif dengan pemangku kepentingan, serta menciptakan nilai ekonomi yang bermanfaat bagi anggota dan masyarakat.

 

Pelantikan pengurus dan Rakerda 2026 diharapkan menjadi titik awal penguatan organisasi yang lebih solid, penyusunan program yang lebih terarah, dan peningkatan kontribusi pengusaha terhadap pembangunan ekonomi Jakarta.

 

Setelah lima dekade perjalanan HIPPI, tantangan berikutnya adalah memastikan semangat kemandirian dan kolaborasi tersebut diwujudkan melalui langkah nyata, peluang usaha yang semakin terbuka, serta penguatan daya saing pengusaha Indonesia.

Tentang HIPPI DPD DKI Jakarta

 

Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) merupakan organisasi pengusaha yang mendorong penguatan kapasitas, jejaring, dan daya saing pelaku usaha Indonesia. Melalui program organisasi dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, HIPPI DPD DKI Jakarta berupaya memperluas peluang usaha, mendukung pengembangan UMKM, serta meningkatkan kontribusi dunia usaha terhadap pembangunan ekonomi daerah.red

 

 

About The Author