APKOMINDO dan APTIKNAS Dorong Adopsi AI untuk Perkuat Daya Saing Industri Nasional

JAKARTA, Zona Integritas News – Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (APKOMINDO) dan Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (APTIKNAS) menegaskan komitmennya dalam mendorong percepatan transformasi digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) guna meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta daya saing industri nasional.

 

Komitmen tersebut disampaikan dalam rangkaian kegiatan The 8th Indonesia 4.0 Conference & Expo 2026 yang berlangsung pada 13–14 Oktober 2026 di Hotel Bidakara, Jakarta. Mengusung tema “AI-Powered Industry: Shaping the Future of Intelligent Enterprise”, kegiatan ini mempertemukan pemerintah, asosiasi, pelaku industri, akademisi, serta penyedia solusi teknologi untuk memperkuat kolaborasi dalam pengembangan industri berbasis teknologi.

Ketua Umum APKOMINDO sekaligus Ketua Umum APTIKNAS, Ir. Soegiharto Santoso, S.H., yang akrab disapa Hoky, menegaskan bahwa penerapan AI harus berorientasi pada manfaat nyata bagi dunia usaha, bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi.

 

Menurutnya, teknologi digital harus mampu memberikan nilai tambah yang terukur, mulai dari peningkatan produktivitas, pemeliharaan kualitas, pengurangan waktu henti operasional, hingga percepatan pengambilan keputusan di lingkungan perusahaan.

“Teknologi bukan tujuan akhir, melainkan solusi bagi persoalan nyata industri yang harus menghasilkan nilai tambah terukur,” ujar Hoky.

 

Ia menjelaskan, keberhasilan transformasi menuju Industri 4.0 tidak cukup hanya mengandalkan investasi perangkat keras dan perangkat lunak. Perusahaan juga perlu mempersiapkan sumber daya manusia, memperbaiki proses bisnis, membangun tata kelola data, serta memastikan keamanan sistem digital yang digunakan.

Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Transformasi Digital

 

Pembukaan konferensi turut diisi sambutan dari sejumlah perwakilan pemerintah dan asosiasi industri, di antaranya Albertus Rachmad Wibowo, Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) RI; Muhammad Neil El Himam, M.Sc., Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif RI; Fadli Hamsani, Ketua Umum WANTRII; Arief Susanto, Ketua Umum GAPMMI; serta Aloysius Hariatmoko, Sekretaris Jenderal WANTRII.

 

Kehadiran berbagai pemangku kepentingan tersebut menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, akademisi, komunitas, dan media dalam mempercepat pemanfaatan teknologi digital di Indonesia.

 

Hoky menilai, kolaborasi lintas sektor melalui pendekatan Hexahelix diperlukan untuk memperluas pertukaran pengetahuan, mengembangkan talenta digital, meningkatkan akses terhadap solusi teknologi, serta mendorong inovasi yang sesuai dengan kebutuhan industri nasional.

 

APTIKNAS sendiri memiliki jaringan di 31 Dewan Pengurus Daerah (DPD) dari Aceh hingga Papua, dengan sekitar 2.000 perusahaan anggota. Jaringan tersebut menjadi salah satu modal untuk memperluas adopsi teknologi sekaligus menjembatani kebutuhan pengguna dengan penyedia solusi teknologi di berbagai daerah.

 

APKOMINDO yang berdiri pada 1991 turut menjadi bagian dari perjalanan perkembangan industri komputer dan teknologi informasi di Indonesia. Sementara itu, APTIKNAS dideklarasikan pada 2017 untuk memperluas peran pelaku usaha teknologi informasi dan komunikasi dalam menghadapi perkembangan teknologi dan kebutuhan transformasi digital.

 

Menurut Hoky, agenda Making Indonesia 4.0 dan pengukuran kesiapan industri melalui Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0) perlu diikuti langkah implementasi yang terarah, sesuai kebutuhan, serta dapat dievaluasi hasilnya.

 

Penguatan Talenta Digital dan Kerja Sama Internasional

 

Upaya mendorong pemanfaatan AI juga diwujudkan melalui keterlibatan APTIKNAS dalam berbagai forum dan kerja sama strategis. Salah satunya melalui ASOCIO Digital & AI Summit 2026 yang berlangsung pada 5–7 Oktober 2026 di Jakarta, dengan APTIKNAS sebagai tuan rumah.

 

ASOCIO merupakan federasi industri TIK kawasan Asia–Oseania yang menjadi wadah pertukaran gagasan, penguatan jaringan bisnis, dan penjajakan kerja sama digital lintas negara.

 

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), hadir menyampaikan pandangan mengenai infrastruktur di era AI dan menerima penghargaan ASOCIO terkait kepemimpinan di bidang infrastruktur digital dan konektivitas regional. Sementara itu, Karim Taslim terpilih sebagai Vice Chairman ASOCIO untuk periode 2027–2028.

 

APTIKNAS juga terlibat dalam pengembangan talenta dan kebijakan AI nasional. Sandy Kusuma, Wakil Ketua Umum APTIKNAS Bidang Talenta Digital, turut berpartisipasi dalam tim penyusunan Peta Jalan Nasional AI.

 

Keterlibatan pelaku industri dinilai penting agar arah kebijakan AI selaras dengan kebutuhan dunia usaha, kesiapan tenaga kerja, serta perkembangan teknologi yang semakin dinamis.

 

Keamanan Siber dan Kepastian Hukum Tak Boleh Diabaikan

 

Di tengah meningkatnya pemanfaatan AI dan integrasi sistem digital, aspek keamanan siber, pelindungan data pribadi, hak kekayaan intelektual, serta tata kelola teknologi menjadi perhatian penting.

 

Hoky, yang juga menjabat Sekretaris Jenderal Perkumpulan Advokat Teknologi Informasi Indonesia (PERATIN), menekankan bahwa inovasi teknologi harus berjalan seiring dengan kepastian hukum dan tanggung jawab yang jelas.

 

Ia menilai, penerapan AI perlu memperhatikan pelindungan data pribadi, penghormatan terhadap hak kekayaan intelektual, transparansi penggunaan teknologi, serta kejelasan pertanggungjawaban apabila terjadi permasalahan.

 

Menurutnya, keamanan siber bukan semata-mata persoalan teknis, melainkan fondasi kepercayaan dalam ekosistem digital. Tanpa sistem yang aman dan tata kelola yang memadai, manfaat transformasi digital berisiko tidak optimal dan berpotensi menimbulkan kerugian bagi perusahaan maupun masyarakat.

 

Sebagai bagian dari upaya memperkuat keamanan ekosistem digital, National Cybersecurity Connect (NCC) 2026 dijadwalkan berlangsung pada 28–29 Oktober 2026 di Hotel Bidakara, Jakarta.

 

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, industri, asosiasi, dan penyedia solusi teknologi untuk meningkatkan kesadaran serta kapasitas dalam menghadapi risiko keamanan digital yang semakin kompleks di era AI.

 

Sinergi Pemerintah dan Industri Diperkuat

 

The 8th Indonesia 4.0 Conference & Expo 2026 juga dihadiri sejumlah pejabat pemerintah, di antaranya Drs. Slamet Aji Pamungkas, Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN RI; Cahyono Adhifatra, S.Sos., M.M., Direktur Keamanan Siber dan Sandi Industri BSSN; serta Dony Harso, Direktur Jasa Teknologi Informasi dan Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif.

 

Sejumlah pengurus DPP APTIKNAS turut hadir, yakni Aditya Adiguna, Andi Mulja Tanudiredja, Andy Febrico Bintaro, Andri Sugondo, Angelika Putri, Ardian Elkana, Cepu Supriyanto, Hartanto Sutardja, Inge Soesianto, Merry, Sandy Kusuma, Soetresno Hartanto, Yolanda Roring, Yuliasiane Sulawiyati, dan Yuliyanti.

 

Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut mencerminkan pentingnya koordinasi antara pemerintah dan pelaku industri dalam membangun transformasi digital yang produktif, inovatif, aman, dan berkelanjutan.

 

APKOMINDO dan APTIKNAS berharap penyelenggaraan konferensi ini dapat menghasilkan tindak lanjut konkret, mulai dari perluasan adopsi teknologi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, penguatan kemitraan industri, hingga penerapan AI yang memberikan manfaat nyata bagi perusahaan dan perekonomian nasional.

 

Hoky menegaskan, keberhasilan Indonesia dalam memasuki era Industri 4.0 tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi yang dimiliki, tetapi juga oleh kemampuan memanfaatkannya untuk meningkatkan produktivitas, kompetensi tenaga kerja, keamanan, dan daya saing nasional.

 

Ia berharap kolaborasi yang terbangun dapat diterjemahkan menjadi implementasi nyata yang memberikan dampak positif bagi perkembangan industri dan ekonomi digital Indonesia.

About The Author