Bogor — Sejumlah orang tua murid di MTs Yayasan Sirojul Fallah (YASIPA) yang berlokasi di Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, menyampaikan keluhan terkait kebijakan pembelian buku Lembar Kerja Siswa (LKS) dan seragam sekolah yang dinilai cukup membebani.
Berdasarkan keterangan beberapa orang tua murid, setiap siswa disebut diminta memiliki buku LKS dengan kisaran biaya sekitar Rp160 ribu setiap semester. Menurut mereka, kebijakan tersebut telah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir dan dianggap sebagai kebutuhan yang harus dipenuhi oleh siswa.
Seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya mengatakan, kondisi tersebut cukup terasa bagi keluarga yang memiliki lebih dari satu anak yang bersekolah di yayasan tersebut.
Selain buku LKS, sejumlah orang tua juga menyebut adanya penyediaan seragam sekolah melalui pihak sekolah. Mereka berharap adanya kejelasan mengenai mekanisme pembelian tersebut agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di kalangan orang tua murid.
“Harapannya ada penjelasan yang jelas dari pihak sekolah terkait mekanisme pembelian buku maupun seragam,” ujar salah satu wali murid, Senin (9/3/2026).
Menanggapi hal tersebut, Dewi yang disebut sebagai wakil kepala sekolah MTs Yayasan Sirojul Fallah menyampaikan bahwa pihak sekolah tidak melakukan praktik penjualan buku LKS maupun seragam kepada siswa.
Ia menjelaskan bahwa apabila terdapat persoalan atau keluhan, pihak sekolah membuka ruang komunikasi dengan para wali murid agar dapat dibicarakan secara langsung.
Sementara itu, Asep yang disebut sebagai pembina yayasan juga menyampaikan bahwa pihak yayasan berkomitmen membantu masyarakat dalam bidang pendidikan, termasuk memberikan dukungan bagi siswa dari keluarga kurang mampu.
Para orang tua murid berharap instansi terkait dapat melakukan peninjauan atau klarifikasi agar terdapat kepastian informasi mengenai kebijakan yang diterapkan di lingkungan sekolah tersebut. Mereka juga menyatakan siap memberikan keterangan apabila diperlukan dalam proses klarifikasi lebih lanjut. (Yadi)
BERITA TERKAIT
Kepastian Camat Definitif di Citeureup Dinanti, Pemkab Bogor Diminta Berikan Penjelasan
Penghulu Tersandung Sabu: Penegakan Hukum Dipertaruhkan, Jangan Ada Tebang Pilih!”
Bukan Alat Kekuasaan, Tapi Pengawal Kebenaran ! FPII Serukan Jaminan Kebebasan Pers Indonesia