Bogor Zonaintegritas viralnya pemberitaan mengenai dugaan selingkuh staf desa tljung udik kecamatan gunung putri dibeberapa media membuat ketua KNPI kecamatan gunung putri Angga Mualana angkat bicara.
Ditemui oleh beberapa media di acara halalbihalal pada hari kamis 03 April 2026 mengatakan saya sebagai tokoh pemuda dan juga tokoh masyarakat Desa Tlajung Udik sangat mengecam perbuatan salah satu staf desa tljung udik yang sudah viral di media masa. melakukan tindakan tidak terpuji yaitu diduga selingkuhi istri orang dan sudah viralkan di media.
Mengenai sangsi yang akan diterapkan Ketua KNPI kecamatan gunung putri mengatakan mesti diberikan efek jera terhadap pelaku, sangsi bisa berupa teguran, sangsi administrasi bahkan bisa pemecatan bahkan bisa sangsi sosial karena perbuatan ini sudah tidak bisa di toleransi dan pihak kami juga berharap agar kepala Desa bertindak cepat karena sudah merusak nama baik desa tlajung udik.
perbuatan staf desa Andi nata sudah sangat mencoreng nama baik desa tlajung karena sudah viral, harusnya sebagai staf desa menjadi sauri telanda bagi warganya bukan berselingkuh dengan warganya yang notabene nya masih warga Tlajung dan juga berdekatan dengan kantor desa.
Harapan kami agar kepala desa segera memberikan tindakan dan memberikan sangsi yang sesuai dengan perbuatannya dan tidak melakukan apa-apa dan harus lebih tegas lagi dan ada tindakan yang ril dalam permasalahan ini.
Apalagi semenjak viral andi nanta tidak pernah berada dikantornya padahal masuk kerja setelah libur lebaran adalah tanggal 25 maret 2026 bahkan sampai berita ini ditayangkan tidak ada dikantor, bahakan dirumahnya pun andi nata tetapi tetap tidak ada dirumahnya, tentunya ini menjadi tanda tanya besar kalau memang tidak kenapa tidak ada dikantor padahal sudah masuk kerja dari tanggal 25 maret 2026. Sekali lagi kami berharap ketegasan dari kepala desa.yadi
BERITA TERKAIT
Kepastian Camat Definitif di Citeureup Dinanti, Pemkab Bogor Diminta Berikan Penjelasan
Penghulu Tersandung Sabu: Penegakan Hukum Dipertaruhkan, Jangan Ada Tebang Pilih!”
Bukan Alat Kekuasaan, Tapi Pengawal Kebenaran ! FPII Serukan Jaminan Kebebasan Pers Indonesia