Komentar Tim Majelis Etik dan Bantuan Hukum DPP AWI RIZA AL GHIFARI, SH Atas Peristiwa Kekerasan terhadap Wartawan Di Sulawesi Utara
Kekerasan pada wartawan melanggar Undang-Undang (UU) yang berlaku di Indonesia, UU tersebut diantaranya adalah:
– *UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers*: Pasal 18 mengatur bahwa setiap orang yang melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan terhadap wartawan dapat dipidana.

– *UU No. 1 Tahun 1946 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)*: Pasal 351 mengatur tentang penganiayaan, termasuk kekerasan fisik terhadap wartawan.
– *UU No. 5 Tahun 2018 tentang Perubahan atas UU No. 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran*: Pasal 50 mengatur tentang perlindungan terhadap wartawan dan penyiar.
Kekerasan pada wartawan dapat dikenakan sanksi pidana, termasuk penjara dan denda.
Sanksi pidana kekerasan terhadap wartawan di Indonesia diatur pada :
– *Pasal 18 UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers*:
– Pidana penjara paling lama 2 tahun atau
– Denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah)
– *Pasal 351 KUHP*:
– Pidana penjara paling lama 2 tahun 8 bulan atau
– Denda paling banyak Rp4.500,00 (empat ribu lima ratus rupiah)
– *Pasal 50 UU No. 5 Tahun 2018 tentang Perubahan atas UU No. 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran*:
– Pidana penjara paling lama 5 tahun atau
– Denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah)
- (Red)
BERITA TERKAIT
Kepastian Camat Definitif di Citeureup Dinanti, Pemkab Bogor Diminta Berikan Penjelasan
Penghulu Tersandung Sabu: Penegakan Hukum Dipertaruhkan, Jangan Ada Tebang Pilih!”
Bukan Alat Kekuasaan, Tapi Pengawal Kebenaran ! FPII Serukan Jaminan Kebebasan Pers Indonesia