KOTA BEKASI – Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, menghadiri Rapat Koordinasi dan Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digelar di Ballroom Hotel Santika Harapan Indah, Kota Bekasi.
Rapat tersebut dipimpin oleh Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional, Mayjen (Purn) TNI Dadang Hendrayuda, serta dihadiri unsur Forkopimda dan perangkat daerah terkait.
Dalam arahannya, Deputi menegaskan bahwa Program MBG merupakan kebijakan strategis Presiden Republik Indonesia yang tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga menjadi fondasi dalam membangun generasi emas Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Pemerintah daerah pun diminta berperan aktif agar implementasi program berjalan efektif dan merata.
Rapat koordinasi lintas sektor ini membahas penyelenggaraan Program MBG dengan fokus pada percepatan penguatan sistem monitoring pemenuhan gizi, pendataan penerima manfaat, serta pemaparan capaian dan evaluasi pelaksanaan program di daerah.
Selain itu, tata kelola program diarahkan pada penguatan sistem yang menjunjung tinggi akuntabilitas, transparansi, serta pengawasan yang terstruktur dan terintegrasi. Setiap tahapan, mulai dari perencanaan, penganggaran, pemenuhan standar keamanan pangan, hingga distribusi kepada penerima manfaat, harus berada dalam kerangka kontrol yang jelas dan terukur.
Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan rapat koordinasi ini sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga kualitas penyelenggaraan Program MBG.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah siap mengambil peran strategis melalui fungsi pendampingan, mitigasi risiko, serta pengawasan guna memastikan seluruh tahapan pelaksanaan program berjalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Menurutnya, evaluasi ini penting untuk memastikan setiap makanan dan nutrisi yang diberikan kepada penerima manfaat memiliki kualitas yang baik dan aman dikonsumsi.
Ia juga menekankan bahwa dapur MBG wajib memenuhi standar ketat, seperti sertifikasi halal dan laik higiene sanitasi, memiliki tenaga koki yang kompeten, sistem instalasi pengolahan air limbah (IPAL), serta pengendalian bahaya pangan dan uji kelayakan air konsumsi.
“Seluruh persyaratan tersebut harus dipenuhi agar kejadian yang tidak diinginkan dapat dicegah. Kita harus menjamin asupan yang sehat, bersih, dan bermutu bagi masyarakat,” ujar Abdul Harris Bobihoe.
Pemerintah Kota Bekasi menyambut baik pelaksanaan Program MBG sebagai langkah strategis dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing, sekaligus berkontribusi dalam menurunkan angka stunting dan kemiskinan di Kota Bekasi.red
BERITA TERKAIT
Kepastian Camat Definitif di Citeureup Dinanti, Pemkab Bogor Diminta Berikan Penjelasan
Penghulu Tersandung Sabu: Penegakan Hukum Dipertaruhkan, Jangan Ada Tebang Pilih!”
Bukan Alat Kekuasaan, Tapi Pengawal Kebenaran ! FPII Serukan Jaminan Kebebasan Pers Indonesia