Sorotan Anggaran Publikasi Imigrasi Bekasi: Realisasi Dipertanyakan, Transparansi Disorot

Ket gambar : ilustrasi

 

Kota Bekasi — Zinews, Pengelolaan anggaran publikasi di Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bekasi menjadi sorotan setelah muncul indikasi ketidaksesuaian antara alokasi dana dan realisasi di lapangan.

Dalam kegiatan konferensi pers yang digelar pada 15 April 2026, tercatat sekitar 40 jurnalis hadir untuk melakukan peliputan. Namun, hanya sekitar 30 wartawan yang menerima uang rilis sebesar Rp170 ribu per orang. Sementara itu, sejumlah wartawan lainnya yang mengikuti kegiatan dari awal hingga selesai tidak memperoleh kompensasi serupa.

Situasi ini memunculkan pertanyaan di kalangan insan pers, terlebih adanya prosedur administratif berupa tiga kali tanda tangan bagi wartawan yang menerima uang rilis. Mekanisme tersebut dinilai tidak lazim dan memerlukan penjelasan lebih lanjut dari pihak penyelenggara.

Berdasarkan data yang dihimpun, anggaran publikasi pada Tahun Anggaran 2025 mencapai sekitar Rp244 juta, dan pada Tahun Anggaran 2026 masih berada di kisaran Rp240 juta. Namun, jika dihitung dari kegiatan yang terlaksana, estimasi serapan anggaran terlihat jauh di bawah total alokasi tersebut.

Dengan asumsi dua kali konferensi pers dalam satu tahun dan jumlah penerima sekitar 30 wartawan, total penggunaan anggaran diperkirakan hanya sekitar Rp10,2 juta. Perbedaan signifikan antara alokasi dan realisasi ini memunculkan dugaan perlunya evaluasi terhadap transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran.

Sejumlah jurnalis pun mempertanyakan kejelasan distribusi anggaran tersebut.

“Jumlah yang hadir banyak, tetapi yang menerima hanya sebagian. Ini tentu menimbulkan pertanyaan,” ujar salah satu wartawan yang enggan disebutkan namanya.

Upaya konfirmasi telah dilakukan oleh tim media kepada pihak Kantor Imigrasi Bekasi melalui Humas, Antares, melalui pesan WhatsApp. Namun hingga berita ini diturunkan, belum terdapat tanggapan resmi.

Beberapa poin yang menjadi perhatian untuk klarifikasi antara lain:

Kesesuaian penggunaan anggaran publikasi dengan peruntukannya

Daftar media yang menerima alokasi anggaran

Nilai kerja sama publikasi masing-masing media

Mekanisme pengadaan, termasuk penggunaan sistem e-catalog

Rincian alokasi sisa anggaran

Minimnya keterbukaan informasi dinilai dapat memengaruhi tingkat kepercayaan publik terhadap pengelolaan anggaran negara. Oleh karena itu, penjelasan yang transparan dan komprehensif dari pihak terkait dinilai penting guna menghindari spekulasi yang berkembang.

Publik dan insan pers kini menantikan klarifikasi resmi dari Kantor Imigrasi Bekasi, sebagai bagian dari komitmen terhadap prinsip akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan anggaran.red

About The Author